loading…
Di tengah meningkatnya gejolak sosial dan maraknya provokasi hingga memicu kerusuhan di berbagai daerah membuat Founder Restorasi Jiwa Indonesia Syam Basrijal merasa perlu ikut menyuarakan seruan moral. Foto: Ist
Dalam menghadapi badai sosial dan politik, masyarakat membutuhkan lebih dari sekadar teriakan. Yang dibutuhkan adalah mata tenang di tengah pusaran badai, sebuah metafora untuk mereka yang tidak mudah terseret emosi dan tetap menjaga kejernihan berpikir.
Baca juga: Kembali Normal, Arus Lalu Lintas Dua Arah di Depan Mako Brimob Kwitang Dibuka
“Amarah adalah energi yang bisa membebaskan, namun juga bisa membinasakan. Ketika dia tak terkendali, dia lebih berbahaya daripada isu yang memicunya,” ujar Syam, Sabtu (30/8/2025).
Dia mengingatkan ketika emosi menguasai, ruang nalar akan menghilang dan provokasi akan mudah masuk. Karena banyak orang terjebak dalam keyakinan bahwa teriakan keras adalah kekuatan, padahal justru itulah celah bagi provokator untuk menyulut bara.